Panduan Menganalisa Prediksi di Dalam Pertandingan Bola

Embed

  1. Ketika menyaksikan sayembara sepakbola dalam layar paras kita terkadang disajikan kelakuan tebak skor yang dilakukan para ahli. Walau memukau, saya tidak percaya memotong skor ialah sesuatu yang seharusnya dikerjakan.
  2. Kalau sekadar untuk fun and games bolehlah, tapi tentu bukan perlu dianggap serius karena tidak ada dasar logika yang cukup untuk menebak skor akhir satu buah pertandingan.
  3. Luar biasa dengan memenggal siapa menyunggi yang bakal menang -- atau jika pertandingan hendak berakhir beserta seri. Menebas seperti itu natural saja dijalani, walau di akhirnya bola itu tambun sehingga pemimpin pun acap kali melenceng diprediksi. Kenapa? Karena siap tata caranya. Ada logikanya. Ada "di atas kertasnya".
  4. Melalui vokal ini abdi akan sebarkan beberapa trik membuat perkiraan yang masuk. Bukan berguna saya tetap benar di dalam memprediksi sebuah pertandingan. Tentu saja tidak, walau dengan segelintir berbangga (sediiiikit saja) hamba memiliki rekor kebenaran perkiraan yang sempurna tinggi: hitung panjang 3 daripada 4 antisipasi saya sesuai kenyataan.
  5. 2 bulan sebelum terjadi, aku memprediksi akan terjadi All German final di Permufakatan Champions. Pada final, termasuk di depan ribuan warga Surabaya yang memadati sebuah programa nonton menyerentakkan, saya meneka Bayern Munich akan meruntuhkan Borussia Dortmund, dengan skor akhir 2-1, dan Arjen Robben sebagai penentu kontrol. Sebelum ini saya pun meyakini jika Atletico Madrid akan merajin Copa Del Rey. Terakhir, saya mengira Belanda mau mengalahkan Nusantara dengan skor 3-0.
  6. Yang ingin beta tekankan di sini adalah; dugaan bisa betul bisa salah, tapi yang penting satu prediksi total harus punya dasar mantik atau analisa yang make sense. Tanpa analisa yang benar, sebuah prediksi hanyalah sebuah roll of the dice, satu buah keberuntungan semata.
  7. Dengan analisa yang benar maka tempat keberuntungan mengecil. Siapa pemenangnya tetap selalu tidak mampu diprediksi secara 100%, makin prediksi mengenai skor konklusi. Akan tetapi, presentase kemungkinan kesaksamaan prediksi naik tajam.
  8. Saya ajak Anda untuk menyelidiki beberapa dugaan terakhir beta guna meriwayatkan beberapa sendi penting yang saya tetap akan produktif bagi Engkau saat mencoba memprediksi perbandingan.
  9. Di antara bayangan yang beta sebut di atas, kesaksamaan soal Atletico saya akui beruntung [karena sepakan Real Madrid berkali-kali menyerempet mistar tiang Atletico]. Walau demikian ada logika pada belakang dugaan tersebut: Atletico juara walau Real Madrid jauh lebih berkualitas. Prasarana masa mengutuskan ketidakrukunan tokoh Madrid secara pelatihnya, Jose Mourinho, serta bahkan ketidakrukunan di antara tokoh sendiri.
  10. Dari media langka saya mendapat kabar kalau Ronaldo serta Mourinho pun tidak sesuai (berita menyerempet hal tersebut baru tampak di Nusantara beberapa tenggat lalu). Sebagai pelatih abdi paham sah arti kesejahteraan tim dalam dan pada luar vak dan dampaknya bagi prestasi tim. Hal ini ditambah faktor Falcao yang sedang on fire, yang menghasilkan saya kekar memilih Atletico sebagai pemimpin.
  11. Tips bayangan 1: Pertimbangkan suasana di dalam tim, paling utama saat sebuah turnamen berjalan di mana pemain mesti terus simpatik tanpa mampu menghindari rekan-rekannya.
  12. Tip bayangan 2: Pertimbangkan kemonceran striker. Saat turnamen berlangsung atau saat sayembara cup, kemonceran striker demi menentukan. Ketika pertandingan perhubungan kualitas sela panjang striker menentukan (bukan kemonceran sesaat), beserta seluruh elemen menjimbit lainnya. bolahero.com/prediksi-bola/ Ketika laga cup/turnamen kemonceran striker lebih mengukuhkanmenjadikan, walau konsistensi keseluruhan menjimbit juga harus dipertimbangkan.
  13. Saat memprediksi kemenangan Belanda 3-0 atas Nusantara saya menggulung hati nurani. Dengan subjektif hamba membela Indonesia tentunya. Akan tetapi, saat menggunakan kacamata berpanggilan objektivitas, kalian semua tepat setuju bahwa Belanda tersendiri di atas Indonesia. Dan lalu mengapa gak memprediksi skor akhir yang lebih nyata? Pertimbangannya, Belanda tidak akan teralu bersemangat adapun Indonesia bakal bermain sesak gairah, dengan demikian akan bisa mereduksi pertarungan kualitas. Oleh karena itu, skor sedikit atau raksasa bisa pula diprediksi beserta sound logic -- tapi kebenaran skor akhir yang spesifik, yaitu 3-0, adalah keberuntungan semata.
  14. Tips perkiraan 3: Hindari membela satu tim saat membuat prediksi. Kita mampu selalu berjanji tim kesayangan kita menang, tapi tatkala membuat prediksi tentu mantik harus diutamakan di buat fanatisme berkesinambungan.
  15. Saya tersenyum saat menduga di satu media tanda tentang persamaan-persamaan final Persatuan Champions tahun ini beserta tahun 1997 saat Dortmund menjadi spesialis terakhir bengawan. Banyak pembaca saya serius terpancing untuk memprediksi kontrol Dortmund berlandaskan fakta-fakta ini. Mereka lupa bahwa fakta-fakta tersebut mempesona dan kadang benar memilikinya, namun gak memiliki kolerasi apapun secara pertandingan kesimpulan Liga Champions kali ini. Menghubung-hubungkan sebuah fakta dengan kelurusan hati yang lain ialah salah satu contoh dari sekian banyak ulah fallacy of logic.
  16. Trik prediksi 4: Jangan terperosok para wartawan yang seringkali mengungkapkan hal-hal yang sifatnya sebatas entertainment (menarik), namun dijual seakan akan gesit menjadi ruang membuat 1 buah prediksi pertentangan.
  17. Dalam tulisan yang sama statistik pertandingan rumpang Dortmund vs Bayern juga dimunculkan hingga bertahun-tahun ke belakang. Karena sejarah statistik Dortmund memang megah saat mengikuti Bayern, besar yang lantas menilai BVB akan sanggup mengalahkan Bayern di final Eropa. Hal ini menyimpangan. Mengapa? Sebab statistik zaman "Hindia Belanda" tidak ada hubungannya dengan mutakhir. Statistik awal musim pula biar tidak mampu dengan rambang menjadi tolok ukur. Perkembangan kedua tim sejak pertemuan belakang perlu dipertimbangkan.
  18. Tips dugaan 5: Gunakan statistik terkini. Artinya, fokuskan perhatian Dikau pada statistik pertandingan rumpang kedua menjulang yang paling dekat beserta saat ini. Kecuali itu pertimbangkan pula skor pertandingan (menang/seri/kalah) dan prestasi permainan (impresif/beruntung/naik-turun/dll. ) ke-2 tim berdasar pada keseluruhan (melawan siapa saja), untuk kurun waktu akhir-akhir ini selalu.
  19. Karena prediksi saya acap saya tampilkan di twitter (@coachtimo), tidak sedikit pihak mohon saya memprediksi berbagai festival lainnya. Mayoritas saya abaikan atau aku tolak dengan alasan redup paham menyerempet kekuatan kedua tim. Keterangan saya ini senafas dengan tips bayangan berikut.
  20. Trik prediksi 6: Jangan sok tahu. Hindari mencoba-coba membuat dugaan tanpa dilatar belakangi data dan saran yang elok mengenai kru atau perhubungan tersebut. Bahwa bukan pakarnya English Premiere League, misalnya, hindari menciptakan prediksi mengenai MU vs Chelsea. Aku mustahil menjadi pakar tentang semua permufakatan yang ada. Akui selalu.
  21. Tips prediksi 7: Aku juga bukan seharusnya meneka setiap pertandingan. Ada waktunya pertandingan super sulit diprediksi. Analisa Engkau deadlock. Prosentase kemenangan bagi kedua menyunggi menurut Kamu 50-50. Kalau sudah amat tahan pribadi, hindari memaksakan diri menghasilkan prediksi. Secara demikian prosentase kejituan prediksi anda hendak meningkat.
  22. Masih banyak suara miring lainnya yang bisa dan patut dimanfaatkan dalam memproduksi sebuah bayangan yang berkelas. Karena keterbatasan tempat hamba berhenti datang di sini dulu.
  23. Ingat: satu buah prediksi yang berkelas gak melulu ditentukan oleh kebenaran prediksi itu. Sebuah perkiraan yang terhormat, baik benar maupun melenceng, seharusnya dinilai dari reason atau pembawaan analisa yang ada dalam belakangnya.
Like
Share

Share

Facebook
Google+